Pengaruh Perkembangan Penerapan Media Animasi

 

Nama    : Andira suwandi

Kelas    : R4B

NPM    : 202246500148

 

PENDAHULUAN

    Animasi adalah seni visual yang menghidupkan sekumpulan gambar yang diam menciptakan ilusi objek yang bergerak. Kata animasi berasal dari bahasa Yunani Kuno, tepatnya dari kata "animo" yang memiliki makna roh, jiwa atau hidup. pada masyarakat kuno animisme adalah suatu kepercayaan bahwa objek yang mati memiliki jiwa yang hidup.

    Animasi pada dasarnya adalah disiplin ilmu yang memadukan unsur seni dengan teknolog. Sebagai disiplin ilmu seni akan terikat dengan aturan, hukum, dan dalil yang mendasari keilmuan itu sendiri, yakni prinsip animasi. Sedangkan teknologi untuk menunjang keilmuan itu sendiri adalah perangkat yang merekam buah seni animasi tersebut seperti kamera film atau video, perekaman suara, perangkat lunak komputer, serta sumber daya manusia. Semuanya bersinergi hingga terwujudlah sebuah karya animasi. Animasi juga sebagai sinematografi karena animasi itu sendiri juga memiliki disiplin ilmu film. Ada penggunaan aturan filmis, semisalnya hitungan satuan cut, sequence, continuity, cangkupan sudut pandang atau angel, transisi gambar, skenario, dan lain sebagainya.

    Di era yang terus berkembang, media animasi telah menjadi lebih beragam dan memainkan peran penting dalam mempengaruhi industri kreatif global. Media animasi tidak hanya memenuhi kebutuhan hiburan tetapi juga menjadi kekuatan yang mendorong perubahan dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan dan pemasaran. kemampuannya untuk menyampaikan naratif yang kuat dan menyentuh hati seseorang menjadikan animasi sebagai sarana yang sangat efektif dalam menyampaikan pesan-pesanyang kompleks dan dapat menghibur khalayak dari berbagai latar belakang budaya.

    Seiring berkembangnya perkembangan teknologi, animasi akan terus berinovasi dan merespons kebutuhan pasar yang berubah dengan cepat. Inovasi ini memperluas cangkupan dan pengaruh animasi menciptakan potensi peluangbaru dalam dunia hiburan, tetapi juga alat pembelajaran yang efektif dalam pendidikan memperkaya pengalaman belajar dengan visualyang menarik dan interaktif. Tidak hanya itu ranah pemasaran ,animasi telah menjadi instrumen yang sangat berharga dalam membangun merk dan menjangkau audiens yang lebih luas. Dengan daya tarik visual yang kuat dan kemampuan untuk menyampaikan pesan secara singkat dan jelas, animasi menjadi pilihan utama bagi banyak perusahaan untuk menciptakan konten yang menarik dan menghasilkan dampak yang signifikan

    Dengan teknologi yang terus berkembang maju, animasi memiliki potensi untuk berevolusi dan menginspirasi generasi muda. Kombinasi antara manusia dan perkembangan teknologi membuka pintu untuk ekspolrasi yang lebih dalam untuk pembuatan animasi. Animasi bukan hanya sekedar hiburan tetapi membangun jembatan antara budaya dan generasi muda.

PEMBAHASAN

A. Pengaruh Media Animasi Terhadap Budaya dan Ekonomi

Kebutuhan manusia akan hiburan dan kesenangan telah menjadi dorongan utama dalam kemajuan industri hiburan seiring dengan perkembangan zaman. Seperti musik, puisi, cerita, dan film yang salaing beradu mengejar evolusi terus menerus. Sebagai salah satu bagian dari industri hiburan yang penting, animasi telah mengalami perkembangan yang signifikan.

Sejak ditemukannya teknologi sinematografi animasi pada masa itu, animasi telah mengalami transformasi yang luar biasa. pada awalnya, animasi muncul dalam bentuk gambar hitam putih dengan gerakan yang terbatas, dan proses pemutaran yang sangat sulit dilakukan. Namun, seiring perkembangan teknologi, animasi telah berkembang menjadi bentuk yang lebih dinamis dan hidup. Saat ini animasi tidak hanya digunakan di televisi, tetapi juga pada berbagai media lainnya seperti aplikasi, situs web dan game.

Tentu saja keberadaan animasi tidak hanya memberikan hiburan saja, tapi juga menjadi peran penting dalaam pertumbuhan budaya dan ekonomi. Animasi telah menjadi bagian yang melekat masyakarat dari budaya populer, mempengaruhi tranding dan ketertarikan masyarakat, serta menciptakan peluang ekonomi yang besar melalui industri kreatif. 

1. Industri Animasi dan Kebudayaan

Animasi memiliki kemampuan unik untuk menembus batas-batas budaya dan bahasa, serta menjembatani kesenjangan antara berbagai kelompok masyarakat. Karakter-karakter seperti Mickey Mouse, Donald Duck, Bugs Bunny, dan Hello Kitty telah menjadi ikon global yang dikenal oleh berbagai generasi di berbagai negara. Penggemar mereka tidak hanya berasal dari satu kelompok atau ras etnis tertentu, tetapi dari seluruh dunia.

Selain digunakan untuk memasarkan maskot lucu yang disukai oleh berbagai kalangan, animasi juga menjadi medium untuk membuat film-film terkenal seperti The Lion King, Frozen, dan Toy Story. Film-film ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga menampilkan berbagai bentuk pengalaman budaya yang mendalam. Melalui narasi yang kaya dan penggambaran dunia yang beragam, animasi mampu menghadirkan keanekaragaman budaya kepada penonton di seluruh dunia, menginspirasi mereka untuk mengeksplorasi dan menghargai keberagaman budaya.

Lebih dari sekadar hiburan, film animasi juga mampu menyampaikan pesan-pesan moral dalam ceritanya. Film-film seperti Wall-E, Zootopia, dan Inside Out adalah contoh nyata bagaimana animasi dapat mengangkat isu-isu penting seperti keluarga, lingkungan sosial, atau masalah emosional dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh penonton dari segala usia. Dengan menggabungkan narasi yang kuat dengan visual yang menawan, film animasi mampu merangsang pemikiran kritis penonton, mendorong mereka untuk mempertimbangkan nilai-nilai moral dan mengambil tindakan yang positif dalam kehidupan sehari-hari.

2. Industri Animasi dan Ekonomi

    Industri animasi saat ini telah menjadi salah satu ladang pekerjaan dan penghasilan. Film-film animasi sering kali meraih pendapatan tertinggi di box office karena berhasil menarik penonton dari seluruh dunia. Kesuksesan ini mendorong inovasi dari berbagai studio film animasi untuk terus mengembangkan proyek-proyek mereka, baik dalam hal kualitas visual maupun naratif. Tidak hanya di industri film, animasi juga memiliki dampak besar dalam industri game. banyak game animasi seperti Pokémon, Super Mario, Minecraft, Mobile Legends, dan Genshin Impact telah menciptakan franchise yang menghasilkan miliaran dolar melalui penjualan game, merchandise, dan lisensi lainnya.

    Industri animasi juga menciptakan lapangan pekerjaan yang luas bagi para seniman, animator, penulis skenario, dan profesional kreatif lainnya. Kebutuhan akan animator terus meningkat seiring dengan pertumbuhan platform streaming dan konten digital, membuat pekerjaan sebagai animator menjadi ladang penghasilan yang menggiurkan dan menarik bagi banyak orang yang berbakat di bidang tersebut.

       Animasi memberikan pengaruh yang besar dalam dunia hiburan, baik pada kebudayaan maupun pada ekonomi global. Dengan teknologi yang terus berkembang, animasi akan terus menjadi salah satu pilar industri hiburan yang menginspirasi dan menghibur generasi-generasi mendatang. Dengan demikian, peran dan potensi industri animasi di masa depan tampak semakin menjanjikan, baik dari segi kreativitas maupun aspek ekonomi.

B. Sejarah Perkembangan Media Animasi

Penganimasian Subjek sebenarnya sudah ada sejak zaman ribuan tahun yang lalu oleh manusia. salah satunya yakni penganimasian gambar pada sebuah dinding gua yang ditemukan oleh para ahli purbakala di gua Lascaux, spanyol Utara. Didalam gambar dinding tua tersebut berisi gambar binatang, seperti celeng, bison, dan kuda dengan penggambaran hewan namun memiliki kaki yang lebih dari pada umumnya. Hewan yang memiliki banyak kaki tersebut merupakan penggambaran hewan itu bergerak sangat cepat, sehingga jika diperhatikan hewan itu berkaki enam ataupun delapan.


Animasi sebenernya sudah ada sejak ribuan tahunyang lalu. Itu terbukti ddengan adanya gambar-gambar binatang di gua Lascaux, Spanyol Utara. Didalam gua tersebut tedapat gambar binatang, seperti celeng. bison, dan kuda yang memiliki berjumlah enam atau delapan. Kaki hewan tersebut menggambarkan bahwasannya hewan itu bergerak cepat. sehingga jika diperhatikan sekilas seperti memiliki banyak kaki.

 Ternyata tak hanya ada pada gua Lascaux, gambar-gambar yang menceritakan sebuah kegiatan juga terdapat pada zaman Mesir Kuno. Hanya saja gambar tersebut bukan lah hewan, tapi pertunjukkan pergulatan antara dua orang. Gambar itu seakan memiliki pergerakan pada gambar yang berurutan pada dekorasi dinding. Gambar tersebut sebenarnya sudah ada sekitar sejak dua ribuan tahun yang sebelum masehi.



Perkembangan animasi berjalan hingga sampai ke saat ini, dimana manusia menemukan teknologi untuk mengaplikasikan ilusi gambar yang bergerak. Perangkat pertama untuk membuat animasi bernama Phenakistoscope, yakni piringan karton berputar yang menciptakan ilusi Gerakan pada cermin  ditemukan oleh Joseph Plateau pada 1832.



Salah satu fakta paling luar biasa tentang sejarah Phenakistoscope adalah bahwa ia ditemukan secara bersamaan oleh dua orang yang berbeda. Pada tahun 1832, seorang fisikawan Belgia bernama Joseph Plateau adalah orang pertama yang dianggap telah menciptakan apa yang kemudian dikenal sebagai Phenakistoscope. Dia mulai bereksperimen dengan ilusi optik sebagai mahasiswa pada akhir tahun 1820-an, yang akhirnya membawanya untuk menciptakan Phenakistoscope beberapa tahun kemudian.

Plateau sebenarnya memiliki latar belakang seni dan desainer – ayahnya adalah seorang pelukis dan ilustrator yang ingin putranya mengikuti jejaknya. Senior Plateau mendaftarkan putranya di Akademi Desain di Brussel, tetapi Joseph Plateau mengambil jalan berbeda dan akhirnya menjadi ilmuwan. Namun, keterampilan artistiknya terbukti sangat berguna, karena ia benar-benar melukis sendiri desain asli Phenakistoscopes pertama.



Tak lama setelah itu, pada 1834, William George Horner menemukan Zoetrope, yakni sebuah drum berputar yang dilapisi oleh sekumpulan gambar yang dapat diubah. Kemudian, pada 1888 seorang pengusaha asal Prancis, Emile Reynaud mengembangkannya dan akhirnya memproyeksikan ke dalam Theatre Optique atau sebuah system gambar bergerak animasi. 



Meskipun pita film berhasil ditemukan pertama kali oleh Emile Reynaud, namun orang pertama yang menggunakan animasi dalam film adalah J. Stuart Blackton. Ia pun melahirkan karya berjudul 'Film Humorous Phases of Funny Faces' pada tahun 1906, dan dianggap sebagai animasi gambar tangan tertua yang diketahui film standar.

Melalui karyanya itu, Blackton menampilkan urutan yang dibuat dengan gambar papan tulis yang diubah di antara bingkai untuk menunjukan ekspresi dua wajah yang berubah. Dengan karyanya itu, ia disebut sebagai Bapak Animasi asal Amerika Serikat.

1. Jenis Jenis Animasi

1.1.  Animasi Tradisional 

Animasi tradisional adalah salah satu bentuk animasi yang paling tua dan masih menjadi salah satu yang masih dihargai hingga saat ini. Proses pembuatan animasi tradisional dimulai dengan menggambar objek, karakter, dan latar belakang pada lembar kertas transparan yang disebut seluloid atau cel. Setiap lembar kertas trasnparan ini berisi gambar gambar yang membentuk satu frame dari adegan animasi. 

Para animator kemudia membuat serangkaian frame-frame ini dengan tangan secara berurutan,  menciptakan ilusi gerakan saat frame tersebut diputar dengan cepat. proses ini mirip dengan prinsip flip book dalam skala besar. seiring dengan kemajuan teknologi, beberapa tahap dalam produksi animasitradisional telah mengalami perubahan , tetapi asensi dari proses pembuatan animasi tradisonal masih sama. contoh animasi tradisional sepertil film  the lion king, cinderella, aladin, tom and jerry dan lain lain.

 1.2. Animasi 2D

Animasi 2D memang termasuk dalam kategori animasi tradisional, tetapi dengan perkembangan teknologi, jenis ini telah berkembang dengan menggunakan basis vektor dalam pembuatannya. Penggunaan vektor memungkinkan animator untuk mengontrol gerakan gambar dengan lebih fleksibel daripada menggunakan piksel. Piksel dalam format gambar seperti JPG, GIF, atau BMP tidak dapat diperbesar atau diperkecil tanpa mengorbankan kualitas, sedangkan animasi 2D berbasis vektor menggunakan nilai matematika untuk mengubah ukuran gambar, menjadikan gerakannya lebih halus dan lebih alami. 

1.3.  Animasi 3D

Dengan berkembangnya teknologi, seperti adanya komputer membuat jenis jenis animasi terus berkembang, salah satunya adalah 3D. Meski animasi 3D ini dikerjakan dengan menggunakan computer, namun pembuatan animasi jenis tersebut tidaklah langsung berubah menjadi lebih mudah. Animator tetap harus menggunakan program untuk menggerakan bagian tubuh dari karakter yang dibuat, dan mengatur bingkai digital ketika semua bagian karakter berada di posisi yang tepat. Maka dari itu, animator melakukan ini pada setiap frame, dan kerja computer adalah menghitung gerakan dari setiap frame 

1.4. Motion Graphic 

Jenis animasi ini termasuk animasi 2d namun dibuat dengan grafi,k digital yang tidak mengunakan gambar yang berurutan namun bagian tubuh yang terpisah dan digerakkan dengan tulang sehingga menghasilkan ilusi gerak dan biasanya digabungkan dengan suara. Animasi jenis motion graphic tersebut biasanya dibuat untuk, pendidikan, keperluan kepentingan bisnis dan juga iklan yang bisnisnya menampilkan teks serta gambar utama.

 1.5. Stop Motion

Stop motion sebenarnya hampir mirip dengan animasi tradisional yang perlu menggunakan kamera sebagai media aplikasi, dan juga sangat mirip dengan flip book. Namun Stop motion menyesuaikan objek fisik di setiap frame. dalam pembuatannya, ilusi gerak dapat dimiliki dari objek yang di gerakkan sedikit demi sedikit dan di tangkap dalam satu bingkai. contohnya seperti shoun the sheep.

 

 B. Penerapan Media Animasi 

1. Video Penjelasan

Animasi sebagai video penjelasan merupakan langkah efektif untuk menyampaikan suatu informasi tentang suatu konsep, produk, jasa, layanan atau proses secara visual dan interaktif. Banyak perusahaan yang membutuhkan media animasi tersebut agar informasi yang disampaikan kepada audiens tidak dianggap membosankan, dilengkapi, dan juga narasi secara ponit pentingnya harus tersampaikan jelas. Kemudian storytelling di dalamnya. Animasi sebagai video penjelasan sering digunakan dalam pemasaran, pendidikan, bisnis dan berbagai konteks lainnya.

a. Analisis

Animasi merupakan sebuah gambar bergerak yang terdiri dari kumpulan objek yang disusun secara khusus sehingga menimbulkan kesan bergerak sesuai dengan alur yang sudah ditentukan (Rudyansah, 2020). Oleh karenanya dalam animasi pembelajaran, materi disajikan lebih menarik karena menampilkan gambar-gambar visual yang bergerak. Artikel ini mengkaji animasi pembelajaran yang berjudul ‘Pendidikan Lingkungan Hidup Menggunakan Animasi Digital’.

Penerapan animasi sebagai media penjelasan seperti animasi pada youtube ini menggunakan banyak tanda dalam menyampaikan informasinya. Tanda-tanda tersebut dikemas menggunakan tampilan visual yang menarik namun disesuaikan dengan pembahasan di tiap scene-nya. Menggunakan animasi sebagai sarana media pembelajaran, tentu memiliki maksud tertentu. Salah satunya yaitu terdapat pengaruh bagi siswa itu sendiri dalam proses belajarnya seperti meningkatnya motivasi belajar siswa (Mukhlishoh & Khisbiyah, 2015). Meningkatkan motivasi belajar diperlukan supaya, materi yang disajikan mau diterima oleh siswa secara utuh dan lebih dipahami.


Pada gambar di atas digunakan berupa visual manusia, binatang dan tumbuhan untuk mengkomunikasikan hal yang mempengaruhi kehidupan. Sebuah tanda dalam animasi pembelajaran tersebut diharapkan mampu untuk mengkomunikasikan isi materi di dalamnya secara utuh kepada siswa.
Melalui adanya sebuah upaya dalam penyampaian tujuan dari pelaku ke orang yang akan dituju, baik secara sadar maupun tidak sadar, berarti dalam hal ini sudah terjadinya sebuah proses komunikasi (Ngalimun, :41 ). Dalam upaya penyampaian suatu pesan, agar isi dari informasi dalam sebuah media
tersampaikan secara utuh dan dapat diterima dengan baik oleh target audiens, maka diperlukan sebuah proses komunikasi yang baik. Proses komunikasi yang baik dapat tercipta melalui tanda. Untuk mngetahui lebih dalam mengenai penggunaan tanda dalam animasi pembelajaran digunakan teori yang berkaitan tentang tanda. Ilmu yang mempelajari tentang tanda adalah semiotika (Putri,
2018).
Dalam animasi pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup menggunakan beberapa ikon dalam penyampaian materinya. Pada salah satu potongan gambar di bawah ini, animasi memperlihatkan sebuah visual sampah. Tampilan tanda tersebut bisa dikategorikan sebagai ikon, karena tampilan visualnya mewakili wujud sebenarnya, yaitu tumpukan sampah. Seperti yang dikatakan oleh Pujiati
(2015), ikon merupakan sebuah tanda yang memiliki kemiripan dengan objek yang diwakilinya.




Dalam tanda dalam gambar tersebut dapat dikategorikan sebagai simbol. Simbol adalah tanda berikutnya setelah ikon dan indeks dari pendekatan semiotika Charles Sanders Pierce. Menurut Pierce (dalam Pujiati, 2015), simbol merupakan tanda yang memiliki kesepakatan hukum konvensi, sehingga sebagian besar orang telah mengetahui tampilan visual yang disajikan oleh sebuah objek. Dalam animasi pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup ini, objek visual yang menampilkan tanda yang dapat dikatakan sebagai simbol adalah tanda tengkorak dan segitiga kuning. Dapat dikatakan sebagai simbol karena apabila kedua objek tersebut digunakan sebagai sebuah tanda peringatan, maka hal tersebut menandakan tanda bahaya.

2. Transisi

 Animasi pada transisi web atau aplikasi adalah penggunaan efek animasi yang berpindah dari satu halaman ke halaman lain dengan elemen visual. Tujuannya Untuk meningkatkan pengalaman penggunanya dengan memberikan transisi mulus. selain itu dapat lebih menarik perhatian penggunanya. pergerakannya pun beragam seperti perubahan bentuk, ukuran, dan warna. 

a. analisis animasi sliding pada transisi aplikasi toko pedia

Dalam aplikasi Tokopedia, animasi sliding sering digunakan saat pengguna berpindah antara halaman utama dan halaman produk. Menurut teori Peirce, animasi sliding ini dapat dianggap sebagai tanda ikonis karena gerakannya menyerupai perpindahan fisik benda dari satu tempat ke tempat lain. Secara indeksikal, pergerakan elemen yang meluncur menunjukkan bahwa pengguna telah memilih produk tertentu, mengindikasikan hubungan sebab-akibat antara tindakan pengguna dan perubahan tampilan. Secara simbolik, meluncur diasosiasikan dengan perpindahan dan dinamika, yang mengkomunikasikan perubahan konteks atau informasi baru kepada pengguna. Dalam terminologi Saussure, penanda (signifier) dalam kasus ini adalah animasi meluncur dari sisi layar, sementara petanda (signified) adalah perubahan halaman dari halaman utama ke halaman produk.

b. Analisis animasi fadding pada notifikasi toko pedia

Tokopedia menggunakan animasi fading untuk menampilkan notifikasi kepada pengguna. Berdasarkan konsep Peirce, animasi fading ini adalah tanda ikonis karena proses memudar menyerupai cara objek fisik perlahan-lahan muncul atau menghilang. Indeksikal dari animasi fading ini menunjukkan bahwa pesan atau notifikasi baru telah diterima atau dihapus, menunjukkan hubungan langsung antara tindakan pengguna dan perubahan status informasi. Simbolik dari animasi fading adalah bahwa memudar sering diasosiasikan dengan perubahan yang mulus dan tidak mengganggu, menandakan update informasi yang tidak mendesak atau bersifat informatif. Dari perspektif Saussure, penanda adalah animasi memudar pada notifikasi, sedangkan petanda adalah penerimaan atau penghapusan notifikasi.

c. Animasi Scaling pada aplikasi toko pedia

Pada aplikasi Tokopedia, animasi scaling sering digunakan pada tombol atau elemen interaktif lainnya saat pengguna mengarahkan cursor atau mengetuk elemen tersebut. Menurut Peirce, animasi scaling ini adalah tanda ikonis karena perubahan ukuran elemen menyerupai tindakan fisik objek yang diperbesar atau diperkecil. Indeksikal dari animasi ini adalah indikasi bahwa elemen tersebut interaktif dan dapat diklik atau disentuh, memberikan umpan balik langsung kepada pengguna bahwa tindakan mereka diakui oleh sistem. Secara simbolik, pembesaran sering kali menunjukkan pentingnya atau keberhasilan tindakan, memberikan penekanan pada elemen penting atau interaksi yang berhasil. Dalam terminologi Saussure, penanda adalah animasi scaling pada elemen interaktif, sedangkan petanda adalah penekanan pada elemen penting atau interaksi yang berhasil.

3. Iklan

Animasi iklan merupakan sebuah video visualisasi yang bertujuan menyampaikan informasi yang disampaikan untuk mempromosikan bidang pemasaran, marketing, promosi. Ddalam video tersebut terdapat animasi yang divisualkan dengan tulisan atau teks dan juga audio untuk menarik minat khalayak. Animasi iklan termasuk kategori desain karena dimana animasi tersebut memakai teknik graphic motion. penggunaan animasi bertujuan untuk kepentingan media komersil.

peran animasi sebagai media informasi adalah untuk pelengkapan alat pemasaran yang dituju pada khalayak dan peningkatan pasar pada perusahaan yang ingin bertumbuh pesat. Yang dimana mengaju pada perkembangan pasar di era sekarang yang telah modern, selain itu menjadi pendekatan antara konsumen dengan khalayak ysng lebih relevan, menghibur, dan juga persahabatan. contoh animasi pada iklan seperti iklan aplikasi, e-learning, media sosial, situs, produk dan iklan masyarakat.

a. analisis iklan oreo berjudul penuh keajaiban wonderfiled aladin

Pada scene pertama dapat kita lihat terdapat tangan berwarna putih yang mengambil sesuatu berwarna hitam berbentuk bulat pipih dari dalam sebuah wadah berwarna biru tua bertuliskan OREO dan memberikannya pada Ahli Sihir dengan latar berwarna biru cerah. Dari gesture tangan penyihir dapat kita lihat Ahli sihir menerimanya dan memakannya. Setelah memasukkan sesuatu berwarna hitam kedalam mulutnya, penyihir melambaikan jubahnya hingga jubahnya menyelimuti tubuhnya yang kemudian latar berubah menjadi gelap (merah kecokelatan). Jubah yang menyelimuti tubuhnya mengalami shape tweening dan bertransformasi menjadi tangga yang dilewati Aladin menuju ke arah bawah (scene 2)

Pada scene kedua kita dapat menemukan Representamen (Qualisign) yaitu warna cerah (biru) dan latar berwarna gelap (merah kecokelatan) pada latar yang merepresentasikan objek (simbol) yaitu tempat yang banyak cahaya dan tempat yang sedikit cahaya yang dapat diinterpretasikan (argument) sebagai dua tempat berbeda yaitu tempat yang terdapat cahaya dan tempat dengan sedikit cahaya (misal didalam gua). Selain tanda yang menunjukkan latar berbeda terdapat pula tanda-tanda yang muncul disini yaitu produk Oreo yang diberikan kepada Ahli Sihir. 

scene selanjutnya terdapat tanda non verbal berupa tangan berwarna putih mengambil biskut berwarna hitam dari bungkus berwarna biru. Adegan tersebut diiringi dengan tanda verbal berupa nyanyian dengan lirik “Bayangkan ku berikan Oreo, kepada ahli sihir yang licik itu”. Dalam konteks strukturalisme bahasa, tanda tidak dapat dilihat secara individu tetapi dalam relasi dan kombinasinya dalam sebuah sistem (Piliang, 2012: 302). Maka secara Sintagma atau susunan bahasanya menunjukkan ajakan untuk membayangkan apa yang akan terjadi jika ahli sihir yang terkenal sebagai seseorang yang licik diberikan Oreo. Tanda verbal disini berfungsi untuk memperkuat makna (anchoring).

Pada scene ini Aladin menuruni tangga dengan membawa obor namun kemudian terjatuh. Ketika jatuh terdapat 3 pedang dari arah bawah terbang keatas. Kemudian Aladin sampai pada ruangan yang lebih gelap yang terdapat lampu ajaib ditempat yang lebih tinggi dan segelas susu beserta toples berisi lempengan berwarna hitam ditempat yang lebih rendah.  

Pada scene terakhir kita mendapatkan tanda-tanda yang menunjukkan ahli sihir berubah menjadi sosok yang ramah setelah menerima lampu ajaib yang ditandai dengan berubahnya warna jubah dari merah menjadi putih dan tersenyum. Warna Putih melambangkan kemenangan yang mengalahkan kegelapan (Darmaprawira, 2001: 46). Kemudian ahli sihir memberikan hadiah pernikahan kepada Aladin dan Putri berupa mobil yang ditandai dengan asap putih yang keluar dari tangan ahli sihir yang kemudian menyelimuti Aladin dan dang putri yang kemudian berubah menjadi mobil yang membawanya melewati pantai yang digambarkan dengan gambar bulan dan siluet pohon kelapa yang umumnya ada di daerah pesisir.

Tanda verbal berupa lirik “atau hantarkan dia dan puteri, hadiah perkawinan hebat” yang menunjukkan pertanyan apakah yang akan dilakukan ahli sihir, apakan ahli sihir akan memberikan Aladin dan sang Putri hadiah perkawinan yang luar biasa atau mewah. 

Pada scene terakhir terdapat tanda verbal berupa tagline “Penuh Keajaiban” berwarna putih dan tanda non verbal berupa ikon dari Oreo yang diletakkan tepat ditengah dengan latar berwarna biru. Warna biru memiliki karakteristik damai dan putih memiliki karakter positif (Darmaprawira, 2001: 45-46). Susunan tanda-tanda tersebut menunjukkan Oreo membawa kedamaian dan memberikan dampak positif 

KESIMPULAN

Dalam artikel ini, dapat kita simpulkan bahwasannya animasi memiliki pengaruh yang besar dalam industri hiburan, pendidikan dan pemasaran. kemajuan teknologi membawa kita pada kemajuan menuju era digital dan perkembangan animasi akan kemungkinan teknologi semakin canggih lagi kedepannya dan merambah nilai guna animasi ke berbagai industri. Menciptakan karya animasi bangsa lebih kreatif dan jelas yang dapat membuat perubahan baru dimasa depan.


DAFTAR PUSTAKA

https://www.studocu.com/id/document/universitas-riau/teknologi-multimedia/sejarah-definisi-dan-jenis-animasi/46196638

https://jurusananimasi.blogspot.com/2013/09/era-lukisan-dan-relief.html?m=1

https://www.linearity.io/blog/phenakistoscope/

https://www.cermati.com/artikel/animasi

https://glints.com/id/lowongan/animasi-adalah/

https://www.aldyndo.com/2022/05/animasi-iklan.html


Komentar

Postingan populer dari blog ini

metode penelitian: analisis semiotika dalam iklan grab terimakasi sepanjang panjangnya

Alasan masuk dkv