Andira suwandi

 Letratur Review 

Jurnal 1. Representasi Perubahan Nasib Dalam Iklan Grab Versi Percaya (Analisis Semiotika Rolland Barthes) Karya Alfiani, Nur (2022)

Iklan sebagai media komunikasi terpenting dalam pemahaman makna pesan dalam memberi wawasan kepada audiens dan masyarakat umum agar terpengaruh. yang sesuai dengan perkataan Jaiz (2014: 4) Iklan didefinisikan sebagai segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan lewat media, ditunjukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat. Tujuannya untuk menganalisis dan mengangkat makna penanda (signifier), petanda (signified), denotasi, konotasi, mitos, serta makna pesan yang terdapat pada iklan Grab versi #Percaya dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes.

Iklan inspiratif Grab Versi Percaya menggambarkan potret kehidupan msyarakat yang ingin merubah nasibnya menjadi lebih baik. Menggambarkan potret tentang kehidupan masyarakat yang sedang menghadapi masa kesulitan hidup adanya iklan ini bertujuan utuk mengetahui representasi perubahan nasib dalam sebuah iklan percaya. 

metode

Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotika model Rolland Barthes dengan tiga tahapan yakni denotasi, konotasi dan mitos. dengan pendekatan kualitatif dan paradidma konstruktivisme yang bersifat deskriptif. subjek dalam penelitian ini adalah iklan grab versi percaya dengan menggunakan objek  penelitian dari adegan yang tergambarkan perubahan nasib berupa tanda pada setiap adegan. adegan tersebut menunjukkan unsur gambaran tentang perubahan nasib seperti bekerjakeras, pasrah pada tuhan dan terus berusaha.

Kesimpulan 

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa iklan GrabCar menampilkan karakteristik utama yang diperlukan individu untuk melakukan perubahan nasib dan mencapai pemberdayaan diri. Karakteristik yang ditonjolkan dalam iklan ini meliputi kerja keras, keberanian untuk berjuang dan bangkit dari keterpurukan, berserah diri kepada Sang Pencipta, serta ketekunan dalam terus berusaha melakukan sesuatu. Kerja keras digambarkan sebagai fondasi utama dalam mengatasi berbagai tantangan dan mencapai kesuksesan, menunjukkan bahwa usaha dan dedikasi yang tanpa henti adalah kunci untuk meraih hasil yang diinginkan. Keberanian untuk berjuang dan bangkit dari keterpurukan menjadi sorotan penting, di mana individu yang digambarkan dalam iklan tidak menyerah pada kesulitan, melainkan terus mencari cara untuk bangkit kembali dan melanjutkan perjuangan mereka. Selain itu, berserah diri kepada Tuhan dalam menghadapi cobaan hidup menonjolkan pentingnya memiliki kepercayaan yang kuat sebagai sumber kekuatan tambahan untuk terus maju. Iklan ini juga menggambarkan bahwa individu tidak hanya pasif menerima nasib, tetapi aktif melakukan berbagai upaya untuk mengubah keadaan mereka menjadi lebih baik. Dengan menampilkan karakteristik-karakteristik ini, iklan GrabCar memberikan pesan yang kuat tentang pemberdayaan dan inspirasi, mendorong penontonnya untuk tidak takut bermimpi besar dan terus berusaha, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan. Hal ini selaras dengan tujuan iklan untuk menginspirasi individu agar merasa termotivasi untuk mengatasi hambatan dan mengejar potensi penuh mereka dengan percaya diri.

jurnal 2. Representasi Pemberdayaan Perempuan Dalam Iklan Grabcar Versi Aman Untuk Semua (Analisis Semiotika Rollan Barthes) Nasta Syafrina Billah

Perusahaan Grab menayangkan iklan GrabCar versi #AmanUntukSemua yang memuat representasi pemberdayaan perempuan, yang disampaikan melalui kisah keempat tokoh perempuan yang menjadi fokus dalam iklan tersebut. Iklan ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya rasa aman bagi perempuan saat menggunakan layanan transportasi umum, serta memperkuat pesan bahwa perempuan memiliki hak yang sama untuk beraktivitas di ruang publik tanpa merasa terancam.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan paradigma kritis. Penelitian ini menggunakan teknik analisis semiotika Roland Barthes untuk memahami makna yang terkandung dalam iklan tersebut. Melalui analisis ini, peneliti berupaya menggali makna denotatif, konotatif, dan mitos yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan sebagaimana digambarkan dalam iklan. Selain itu, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan yang ahli dalam bidang pemberdayaan perempuan. Wawancara ini bertujuan untuk memperoleh wawasan yang lebih komprehensif mengenai isu-isu yang dihadapi perempuan dalam mencapai kesetaraan gender dan bagaimana representasi dalam iklan tersebut dapat mempengaruhi persepsi dan pemahaman masyarakat mengenai pemberdayaan perempuan.

metode

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna denotasi, konotasi, dan mitos dari representasi pemberdayaan perempuan dalam konteks iklan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang bagaimana pemberdayaan perempuan digambarkan dan dipersepsikan, baik dari sudut pandang literal (denotasi), asosiatif (konotasi), maupun dari perspektif budaya yang lebih luas (mitos).

Hasil penelitian mengungkapkan adanya keresahan di kalangan ibu-ibu yang masih menganut sistem patriarki, di mana mereka melarang anak-anak perempuan untuk beraktivitas keluar rumah, terutama bekerja di ranah publik saat malam hari, karena dianggap berbahaya dan tidak cukup aman bagi perempuan. Hal ini berdampak pada terhalangnya akses dan kontrol perempuan untuk meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri mereka. Ketidakmampuan untuk berpartisipasi aktif di ranah publik pada waktu tertentu menghambat perempuan dalam mengembangkan diri dan mencapai potensi maksimal mereka, serta memperkuat stereotip bahwa perempuan harus selalu berada dalam pengawasan dan proteksi.

kesimpulan

Oleh sebab itu, keempat perempuan dalam iklan ini tidak menyetujui pandangan patriarki dengan menyuarakan upaya pemberdayaan perempuan. Mereka berusaha untuk mewujudkan impiannya, yang salah satunya adalah dengan berpartisipasi aktif dalam pekerjaan di ranah publik. Melalui iklan ini, mereka menunjukkan bahwa perempuan memiliki hak dan kemampuan yang sama dengan laki-laki untuk mengejar karir dan berkontribusi secara signifikan dalam berbagai bidang pekerjaan.

Tidak hanya menolak pandangan tradisional yang membatasi peran perempuan, iklan ini juga menginspirasi perempuan lain untuk berani mengejar impian mereka tanpa merasa terhalang oleh norma-norma yang sudah usang. Dengan demikian, iklan ini tidak hanya menjadi sebuah kampanye pemasaran, tetapi juga sebuah gerakan sosial yang mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.

Jurnal 3. Analisis Semiotika Pada Iklan Televisi (Iklan Wardah Dan Iklan Total Almeera) Asni Djamereng

Dengan menganalisa ‘Iklan Wardah Cerita “Kita Tak Sendiri” Episode 4’ menggunakan semiotika, kami ingin mengetahui makna yang terkandung pada iklan tersebut. Metode penelitian yang kami gunakan yaitu kualitatif, teknik pengumpulan data dengan penelitian pustaka dan menganalisisnya menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Dapat diketahui bahwa banyak sekali makna secara tersirat yang terdapat dalam iklan tersebut, sehingga iklan tersebut dapat mempengaruhi dan menarik minat masyarakat untuk memakai dan membeli produk tersebut. 

metode

Hasil dari penelitian ini yaitu berupa makna denotasi, yaitu keadaan saat pandemi yang tidak memungkinkan perantau untuk lebaran bersama keluarga, namun selalu ada kebahagiaan walaupun tidak dapat berkumpul bersama keluarga. Untuk konotasinya, yaitu tanda maupun simbol yang dapat mengindikasikan bahwa iklan tersebut merupakan iklan dari produk Wardah seperti penggunaan warna produk Wardah, tokoh perempuan dan berbagai produk yang secara tersirat dimunculkan. Sedangkan mitos yang terkandung, yakni produk Wardah sebagai produk kosmetik halal, aman, dan favorit bagi perempuan khususnya para muslimah. Karena Wardah hadir untuk menyampaikan kasih sayang, memberikan kebahagiaan, dan tampilan cantik untuk para perempuan

kesimpulan

Kesimpulan dari analisis terhadap iklan produk Wardah adalah bahwa Wardah berhasil mengkomunikasikan pesan-pesan penting melalui iklannya. Produk-produk Wardah tidak hanya dianggap sebagai kosmetik biasa, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai yang penting bagi konsumennya, terutama perempuan muslimah. Melalui iklan "Kita Tak Sendiri", Wardah berhasil menggambarkan bahwa meskipun situasi sulit seperti pandemi menghalangi perantau untuk berkumpul bersama keluarga saat lebaran, kebahagiaan masih dapat ditemukan melalui kasih sayang dan kebersamaan dalam bentuk lain. 

Selain itu, iklan ini juga memperkuat citra Wardah sebagai merek yang halal, aman, dan sesuai dengan nilai-nilai agama. Dengan menampilkan tokoh perempuan yang kuat dan mandiri, serta menyampaikan pesan tentang pentingnya kebahagiaan dan penampilan yang cantik, Wardah berhasil memperkuat posisinya sebagai merek yang mendukung pemberdayaan perempuan. Kesimpulannya, iklan ini tidak hanya mempromosikan produk-produk Wardah, tetapi juga mengkomunikasikan pesan-pesan yang relevan dengan nilai-nilai yang dipegang oleh target pasar mereka, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi persepsi dan minat masyarakat untuk menggunakan produk Wardah.

Jurnal 4, Standar Kecantikan Perempuan Berhijab dalam Iklan Televisi (Analisa Semiotika Iklan Wardah Versi Feel The Beauty)

Penelitian ini bertujuan untuk memberi pengetahuan dan wawasan kepada pembaca. Penelitian ini tentang standar kecantikan perempuan berhijab dalam iklan televisi (Analisis semiotika iklan Wardah versi Feel The Beauty). Hal yang ingin dibahas yaitu, pesan yang ingin disampaikan melalui iklan tersebut dengan bertanya kepada pihak Wardah. Mendapat tanggapan tentang iklan tersebut dari pengguna pihak Wardah yang berada di Jakarta. Adanya standar kecantikan dari konstruksi sosial media yaitu televisi melalui tayangan iklan. Teori yang dipakai dalam penelitian ini, yaitu kecantikan, media massa, iklan televisi sebagai komunikasi massa dan konstruksi sosial iklan dalam media massa. 

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, memaknai tanda melalui analisis semiotika dengan teori Roland Barthes dengan menggunakan denotasi, konotasi dan mitos. Melakukan wawancara mendalam dengan pihak Wardah dan perempuan yang menggunakan produk Wardah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar kecantikan perempuan itu tidak hanya dari luar saja termasuk dari dalam diri. Perempuan yang berada di dalam iklan pun terlihat sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.

metode


Komentar

Postingan populer dari blog ini

metode penelitian: analisis semiotika dalam iklan grab terimakasi sepanjang panjangnya

Pengaruh Perkembangan Penerapan Media Animasi

Alasan masuk dkv